Berita  

Gandeng Disnaker, Polres Indramayu Gelar Pelatihan Vokasi untuk Bangkitkan Ekonomi Korban PHK

banner 120x600

Rednews.my.id, Indramayu – Kehilangan pekerjaan bukan berarti kehilangan masa depan. Semangat untuk kembali bangkit dan memperoleh kesempatan kerja menjadi pesan utama dalam pembukaan pelatihan vokasi bagi pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) melalui Program Polisi Peduli Pengangguran (POLIRAN) yang diinisiasi oleh Polres Indramayu.

Sebanyak 100 peserta terpilih mendapat kesempatan mengikuti program peningkatan keterampilan gratis ini. Program ini diharapkan dapat menjadi bekal nyata bagi mereka untuk kembali memasuki dunia kerja atau bahkan merintis usaha mandiri secara berkelanjutan.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kapolres Indramayu, AKBP Prianggo P.M., S.I.K., M.Si., bertempat di Aula Atmaniwedhana Polres Indramayu pada Senin (26/10/2026). Tak hanya membuka pelatihan secara simbolis, Kapolres juga menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Indramayu sebagai wujud komitmen bersama memperluas kesempatan kerja masyarakat.

Dalam sambutannya, AKBP Prianggo P.M. menyampaikan empati mendalam bahwa menghadapi PHK bukanlah tantangan yang mudah bagi pekerja maupun keluarga. Namun, situasi sulit ini diharapkan tidak mematahkan arang.

“Pengalaman menghadapi PHK dapat dijadikan momentum emas untuk melakukan upskilling, mempelajari keterampilan baru, dan membuka peluang yang sebelumnya belum pernah dicoba. Pelatihan vokasi ini bukan sekadar memberikan keterampilan teknis, melainkan investasi jangka panjang SDM agar masyarakat memiliki kompetensi, produktivitas, dan daya saing yang sesuai kebutuhan industri,” ujar AKBP Prianggo.

Melalui sinergi Program POLIRAN ini, para peserta dibekali empat bidang pelatihan praktis yang sangat diminati pasar:

1. Pembuatan Espresso dan Latte Art (Barista)

2. Menjahit menggunakan mesin single needle

3. Digital Marketing Dasar

4. Penanganan Refrigeran / Teknisi AC

Sementara itu, Kasat Binmas Polres Indramayu Iptu Tasim menambahkan bahwa kehadiran program POLIRAN merupakan wujud nyata kepedulian kepolisian terhadap stabilitas sosial dan ekonomi warga. Tugas Polri saat ini meluas, tidak hanya mencakup penegakan hukum dan keamanan, tetapi juga aktif membangun kemitraan demi pemberdayaan masyarakat.

“Tercatat 100 peserta ini adalah korban PHK yang validitas datanya telah diverifikasi di lapangan oleh Bhabinkamtibmas dan pemerintah daerah,” jelas Iptu Tasim. Demi kelancaran program, Polres Indramayu turut menggandeng dukungan dari Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bandung Barat serta Balai Besar Perluasan Kesempatan Kerja (BBPKK) Bandung Barat.

Acara pembukaan ini turut dihadiri dan disaksikan langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu Drs. Aan Hendrajana, M.Si. (mewakili Bupati Indramayu), Kepala BBPKK Bandung Barat Aris Budiyanto, S.ST., M.Si., Kepala Dinas Tenaga Kerja Indramayu Endang Ismiati, S.STP., M.Si., serta Kepala BPVP Bandung Barat Iman Riswandi, S.T., M.T.

Di akhir acara, Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno menegaskan bahwa program bertajuk “Polisi Bersama Masyarakat” ini wajib memiliki keberlanjutan. Pihak Polres berkomitmen mengawal alumni pelatihan lewat penyediaan informasi lowongan kerja, fasilitasi pemagangan, hingga pendampingan usaha mandiri agar mereka benar-benar mandiri secara ekonomi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *