Intruksi Gubernur Banten, Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Resmi Diperpanjang

banner 120x600

Rednews.my.id, Banten – Tim SAR Gabungan resmi memperpanjang operasi pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda sejak Senin, 7 September 2026. Perpanjangan operasi ini diputuskan menyusul instruksi langsung dari Gubernur Banten, Andra Soni, setelah masa pencarian standar 7 hari pertama berakhir. Rabu (16/9/2026).

Rombongan yang menggunakan kapal cepat Arupadhatu 1 diketahui tengah bertolak dari Dermaga Pegadongan, Banten, menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk melakukan peliputan dokumentasi aktivitas vulkanik.

Lima jurnalis yang berada di dalam kapal tersebut adalah, Bagus Khoirunnas (Jurnalis Antara Biro Banten), Ari Basuki (Jurnalis Merdeka), Yudhis (Jurnalis iNews)Daus (Jurnalis Anadolu Agency), Donal (Jurnalis Freelance). Sementara tiga awak kapal yang ikut hilang diidentifikasi sebagai Warta (55, Kapten Kapal), Surakman (60, ABK), dan Heriyanto (49, Pemandu).

Berdasarkan hasil koordinasi Basarnas Banten dan Pemerintah Provinsi Banten, operasi SAR diperpanjang selama 3 hari ke depan guna memaksimalkan penyisiran di titik-titik krusial.

Tim SAR gabungan yang melibatkan unsur TNI AL, Polairud Polda Banten, Basarnas, serta nelayan setempat memperluas radius penyisiran melintasi perairan Banten hingga wilayah pesisir Lampung.

Metode Pencarian: Upaya pencarian kini difokuskan pada penyisiran pulau-pulau kecil di sekitar Selat Sunda serta pemantauan visual menggunakan kapal patroli laut. Kendala utama di lapangan saat ini adalah fluktuasi cuaca dan kondisi gelombang laut yang dinamis.

Kepala Kantor SAR Banten menyatakan bahwa seluruh elemen dikerahkan secara optimal guna menemukan titik terang keberadaan para korban. “Kami mengapresiasi dukungan penuh dari Pemerintah Daerah dan solidaritas komunitas nelayan yang tiada henti membantu proses penyisiran di laut. Fokus kami adalah memanfaatkan masa perpanjangan ini secara maksimal,” ujarnya.

Pihak keluarga korban saat ini telah berada di posko utama untuk terus memantau perkembangan informasi secara berkala.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *