Rednews.my.id, Pandeglang – Memasuki pekan ketiga sejak hilangnya lima jurnalis dan tiga awak kapal cepat Arupadhatu 1 di perairan Selat Sunda, Banten, pihak keluarga masih menggantungkan harapan besar agar proses pencarian tidak sepenuhnya terhenti.
Sebagaimana diketahui, operasi pencarian terpadu yang dipimpin oleh Basarnas bersama tim SAR gabungan telah resmi dihentikan setelah standar operasi 10 hari penyisiran selesai dilakukan. Selama operasi tersebut, tim hanya menemukan beberapa barang logistik kapal seperti jeriken dan helm, namun keberadaan delapan korban belum juga membuahkan hasil.
Kelima jurnalis yang hilang saat bertugas meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau sejak Senin (7/9) tersebut adalah M. Bagus Khoirunnas (ANTARA), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudhis (iNews), Daus (Kantor Berita Anadolu), dan Donald (jurnalis lepas).
Meski status operasi SAR saat ini bersifat pemantauan pasca-penghentian, pihak Basarnas Banten menegaskan komitmennya untuk langsung menerjunkan kembali personel ke lapangan apabila masyarakat atau nelayan sekitar menemukan tanda-tanda atau petunjuk baru di pulau-pulau sekitar Banten hingga Lampung.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni dalam keterangan terbarunya kembali mengajak seluruh masyarakat serta rekan-rekan sesama insan pers untuk tidak berhenti mendoakan keselamatan para jurnalis dan awak kapal yang hilang, seraya berharap keajaiban menyertai proses investigasi lanjutan ini.















