Berita  

Diduga Kayu Bakar yang Masih Menyala, Satu Rumah di Sambimaya Indramayu Ludes Terbakar

banner 120x600

Rednews.my.id, Indramayu – Kebakaran hebat menghanguskan sebuah rumah tinggal milik Sartiman (65) warga di Blok Simbartiba Lor, RT 04 RW 05, Desa Sambimaya, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu Jawa Barat. Selasa (23/6/2026).

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 14.30 WIB ini diduga dipicu oleh kayu bakar yang didalam tunggu dapur bekas memasak dan saat ditinggal penghuni rumah kayu bakar tersebut di duga dalam keadaan yang masih menyala.

Menurut keterangan saksi mata di lokasi kebakaran Aril, menjelaskan, api awalnya terlihat tiba-tiba membesar dari bagian dapur dan merambat ke atap rumah dan dengan cepat menjalar ke seluruh ruangan.

Nada yang sama dijelaskan Didi, tetangga korban (saksi), “Saat kita lagi duduk-duduk tiba-tiba rumah tersebut mengeluargan asap dan disusul apa yang semakin membesar, dan api tesebut menjalar ke atap rumah dan seketika membakar perabotan yang ada didalam rumah itu.

Kondisi bangunan yang terbuat dari material mudah terbakar membuat kobaran api sulit dikendalikan. Namun saat mobil Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Indramayu tiba dilokasi kejadian, api tersebut terlebih dahulu berhasil di padamkan warga sekitar, petugas Damkar lakukan pembasahan disekitar tempat kejadian agar bara api tidak menyala lagi dan api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar satu jam kemudian, sehingga api tidak merambat ke permukiman padat penduduk di sekitarnya.

“Tidak Ada Korban Jiwa, namun kerugian Capai Puluhan Juta Rupiah.” Terang Cepy Ketua Karang Taruna Sambimaya.

Lanjut Cepy, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Karena seluruh penghuni rumah tersebut tidak ada ditempat kejadian. Meski demikian, kerugian material ditaksir mencapai puluhan juta rupiah karena seluruh perabotan rumah tangga ludes terbakar.

Semoga pemerintah pusat maupun daerah segera tanggap dan memberi bantuan agar meringankan beban korban yang rumahnya kebakaran, karena korban kebakaran tersebut tergolong warga miskin. Jelas Cepy.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *