Akses Belajar Ditutup Pengurus Madrasah, Puluhan Murid PAUD Melati di Desa Sambimaya Terlantar

banner 120x600

Rednews.my.id, Indramayu – Sebanyak 23 murid Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Melati di Desa Sambimaya, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, terpaksa menumpang belajar di Musolah.

Hal ini terjadi setelah pengurus Madrasah setempat secara sepihak menggembok ruang kelas yang selama bertahun-tahun dipinjamkan sebagai tempat belajar mengajar.

Kepala Pengelola PAUD Melati, Nurhalimah, S.Pd, menjelaskan bahwa pengusiran tersebut dipicu oleh kesalahpahaman terkait rencana rehab ruang kelas baru dan soal meminta kontribusi ke pihak PAUD.

“Kami mendapati pintu kelas sudah digembok. Pihak madrasah meminta kami mengosongkan tempat dengan alasan tidak jelas” ujar Nurhalimah saat ditemui di lokasi darurat belajar, Rabu (12/8/2026).

Beberapa orang tua murid mengaku kecewa dan sedih atas tindakan pengusiran sepihak ini karena mengganggu psikologis anak-anak mereka yang masih balita.

“Anak-anak menangis karena tidak bisa masuk kelas dan melihat mainan mereka dikunci di dalam. Kami berharap ada solusi bijak ke pemerintah pusat dan daerah, karena ini demi pendidikan anak-anak desa kita sendiri,” kata Cartinih (35), salah satu orang tua murid.

Sekitar pada tahun 2011 PAUD Melati mendapatkan izin dari pengurus madrasah untuk menggunakan satu ruang kelas kosong di lantai dasar pada pagi hari (pukul 07.30 – 10.00 WIB). Namun entah apa yang diinginkan dari pihak Madrasah tiba-tiba dengan sepihak melarang PAUD Melati untuk tidak melaksanakan kegiatan belajar mengajar di Madrasah tersebut.

Sampai berita ini diterbitkan, dari pihak pengurus Madrasah belum bisa dimintai keterangan terkait polemik antara PAUD Melati Sambimaya dengan pihak pengurus Madrasah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *